Kajati Jatim Abdul Qohar Tegaskan Pentingnya Melawan Intoleransi dan Radikalisme untuk Harmonisasi Kebangsaan

Di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat modern, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Dr. Abdul Qohar AF SH MH, menekankan pentingnya menjadikan Pancasila bukan sekadar slogan, tetapi sebagai ideologi hidup yang mampu mendorong tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pandangannya, Pancasila seharusnya berfungsi sebagai panduan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mendorong Penegakan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam sambutannya pada upacara memperingati Hari Lahir Pancasila pada 2 Juni 2026, Abdul Qohar mengingatkan bahwa kita harus secara tegas melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme. Menurutnya, kedua hal ini dapat merusak harmonisasi yang telah dibangun dalam kehidupan berbangsa. Kajati Jatim menegaskan, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dijaga dan dipertahankan, karena itu adalah bagian integral dari identitas bangsa.
Intoleransi dan Radikalisme: Ancaman Nyata bagi Keharmonisan
Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai fondasi bagi persatuan dan keutuhan bangsa, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal yang dapat berkontribusi terhadap perdamaian dunia. Dalam konteks ini, Kajati Jatim menyatakan bahwa semua pihak mempunyai tanggung jawab untuk melawan intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam tatanan sosial. Hal ini penting untuk memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi negara yang damai dan berkeadilan.
- Menjaga kerukunan antar umat beragama
- Mendorong dialog antar kelompok masyarakat
- Mengembangkan pendidikan yang inklusif
- Memperkuat kerjasama antar lembaga dalam mencegah radikalisasi
- Menegakkan hukum tanpa pandang bulu
Peran Pancasila dalam Menjaga Perdamaian Dunia
Dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia,” Abdul Qohar menekankan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjaga ketertiban dunia. Ini sesuai dengan amanat yang terdapat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menggarisbawahi peran aktif Indonesia dalam menciptakan perdamaian global.
Nilai Musyawarah dan Mufakat dalam Pancasila
Salah satu nilai penting yang terkandung dalam Pancasila adalah musyawarah dan mufakat. Nilai ini berfungsi sebagai instrumen vital dalam membangun dialog yang konstruktif serta menjembatani perbedaan yang ada di masyarakat. Dengan demikian, penyelesaian konflik dapat dilakukan secara damai dan adil, yang merupakan esensi dari keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.
Menghadapi Dinamika Global yang Kompleks
Dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, Kajati Jatim mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus diaktualisasikan. Hal ini tidak hanya penting untuk menjaga identitas bangsa, tetapi juga untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat pergeseran sosial, ekonomi, dan politik di tingkat internasional.
Peran Semua Elemen Masyarakat
Seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga individu, diharapkan dapat berperan aktif dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Kajati Jatim mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam upaya melawan intoleransi dan radikalisme. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan tercipta lingkungan yang harmonis serta aman bagi semua warga negara.
Upacara Hari Lahir Pancasila: Momen Refleksi Bersama
Upacara yang berlangsung dengan lancar dan khidmat ini dihadiri oleh Wakil Kajati, para asisten, koordinator, Kabag TU, dan seluruh pegawai. Rangkaian acara termasuk pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, serta Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Momen ini menjadi kesempatan bagi semua peserta untuk merenungkan kembali komitmen mereka terhadap Pancasila dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Dengan semangat yang tinggi, Kajati Jatim mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk saling mendukung dan berkolaborasi dalam mewujudkan masyarakat yang toleran dan penuh rasa persatuan. Melawan intoleransi dan radikalisme bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban setiap individu. Melalui pemahaman dan pengamalan Pancasila, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bangsa.




