Keluarga Korban Longsor Batang Toru Tapsel Mengadu ke Bupati Gus Irawan dengan Harapan

Musibah tanah longsor yang menimpa warga Lingkungan II, Kelurahan Wek I, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada Senin sore, 18 Mei 2026, membawa duka mendalam bagi keluarga korban. Dalam situasi yang penuh kesedihan ini, Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, berinisiatif untuk mengunjungi rumah duka keluarga korban longsor Batang Toru. Harapan dari kunjungan tersebut adalah untuk memberikan dukungan moral serta mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh keluarga yang terkena musibah.
Kunjungan Bupati yang Menghangatkan Hati
Ketika Bupati Gus Irawan tiba di rumah duka sekitar pukul 18.00 WIB, suasana hening menyelimuti keluarga yang tengah berduka. Ia langsung menyapa dan menyalami anggota keluarga yang selamat, menunjukkan kepedulian terhadap keadaan mereka. Dalam perbincangan yang hangat, Gus Irawan berusaha mencari tahu lebih dalam mengenai kejadian yang menimpa keluarga Yasine Gulo dan anaknya, Sariman Gulo.
Dialog dengan Keluarga Korban
Dalam kesempatan tersebut, Bupati berinteraksi dengan Oktavianus Gulo, anak ketiga Yasine. Ia menanyakan tentang kronologi kejadian yang mengakibatkan longsor tersebut. Dari penuturan Oktavianus, terungkap bahwa musibah itu terjadi saat ibunya dan Sariman berusaha memperbaiki arah aliran air yang menggenangi rumah mereka. Hujan deras yang mengguyur membuat situasi semakin berbahaya.
Oktavianus menjelaskan bahwa saat mereka pergi ke belakang rumah untuk memperbaiki masalah tersebut, tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang mengerikan. Tanpa peringatan, tanah dan kayu-kayu dari bukit di atas rumah mereka longsor dan melanda area di belakang rumah, termasuk Yasine dan Sariman yang sedang bekerja di lokasi tersebut.
Pemantauan Lokasi Longsor
Setelah mendengar cerita yang menyedihkan itu, Gus Irawan melanjutkan untuk meninjau lokasi longsor di belakang rumah. Ia melihat betapa parahnya kerusakan yang ditimbulkan; lumpur tebal dan kayu-kayu karet yang tersangkut menjadi bukti kekuatan bencana alam tersebut. Di lokasi tersebut, alat berat sedang beroperasi untuk mencari keberadaan Sariman, yang hingga saat itu masih hilang.
Ucapan Duka dari Bupati
Di tengah suasana penuh haru, Bupati Gus Irawan menyampaikan rasa duka yang mendalam. “Kami sangat prihatin dan mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya. Kejadian ini adalah sesuatu yang tidak terduga. Hujan deras yang terjadi sebelumnya membuat situasi semakin rumit,” ungkapnya saat wawancara.
Gus Irawan menjelaskan bahwa Yasine dan Sariman berusaha memperbaiki aliran air agar tidak masuk ke dalam rumah. Namun, bencana longsor datang tiba-tiba dan menyapu semua yang ada di belakang rumah mereka.
Koordinasi Penanganan Bencana
Setelah mendapatkan kabar duka tersebut, Bupati segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pencarian. Ia menyampaikan bahwa meskipun telah mengerahkan alat berat, akses jalan menuju lokasi sangat terbatas. Hal ini menyulitkan proses pencarian dan evakuasi korban.
Detail Kejadian Longsor
Musibah longsor ini menewaskan dua orang yang merupakan ibu dan anak. Mereka adalah Yasine Gulo dan Sariman Gulo, yang tinggal di sekitar area yang terkena bencana. Kejadian ini terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB, dan setelah pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan, Yasine ditemukan pada Selasa, 19 Mei 2026, pukul 09.30 WIB.
Yasine ditemukan tidak jauh dari lokasi longsor, sekitar 100 meter dari belakang rumahnya, dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Sementara itu, pencarian terhadap Sariman masih terus dilakukan.
Harapan Keluarga Korban
Bagi keluarga korban longsor Batang Toru, kedatangan Bupati Gus Irawan membawa sedikit harapan di tengah kesedihan yang mendalam. Mereka berharap agar pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi mereka pasca-bencana, termasuk bantuan moril dan materiil untuk meringankan beban yang mereka hadapi.
Langkah-langkah konkret dari pemerintah sangat diharapkan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Penting untuk melakukan peninjauan terhadap sistem drainase dan infrastruktur yang ada di daerah rawan longsor guna menghindari bencana lebih lanjut.
Langkah Penanganan yang Diharapkan
- Peningkatan sistem drainase di daerah rawan longsor.
- Pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana.
- Pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan tahan bencana.
- Pemberian bantuan psikologis kepada keluarga korban.
- Koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat dalam penanganan bencana.
Dengan adanya langkah-langkah tersebut, diharapkan keluarga korban longsor Batang Toru mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk bangkit dari tragedi yang menimpa mereka. Keluarga yang kehilangan orang terkasih ini memerlukan perhatian dari semua pihak agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi duka ini.
Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana alam, khususnya di daerah yang rawan longsor. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.