Bupati Michael Thungari Pimpin Rapat Koordinasi BPBD Pasca Kunjungan Kecamatan Marore untuk Distribusi Bantuan

Di tengah tantangan dan dampak serius yang ditimbulkan oleh bencana gempa bumi yang melanda Kepulauan Sangihe, pemerintah daerah menunjukkan komitmen yang kuat untuk menangani situasi ini. Bupati Michael Thungari mengambil langkah proaktif dengan memimpin rapat koordinasi di Pos Komando Penanganan Darurat Bencana BPBD Kabupaten Sangihe, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026. Rapat ini tidak hanya bertujuan untuk merespons situasi darurat, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap warga yang terdampak mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.
Pentingnya Distribusi Bantuan yang Tepat Waktu
Dalam pertemuan tersebut, dihadiri oleh perwakilan dari BNPB, BPBD, serta pimpinan OPD dan instansi terkait, Bupati Thungari menegaskan urgensi dalam mempercepat proses distribusi bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak. Hal ini mencakup berbagai tingkat kerusakan yang dialami, dari yang ringan hingga berat.
“Setiap warga yang tercatat harus menerima bantuan yang setara, sama seperti yang telah diberikan kepada masyarakat di wilayah perbatasan. Saya berharap penyaluran bantuan sementara ini dapat segera dilaksanakan,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan perhatian dan komitmen Bupati Michael Thungari untuk memastikan bahwa tidak ada yang terabaikan dalam situasi sulit ini.
Koordinasi yang Efektif untuk Mengatasi Kendala
Bupati juga mengingatkan pentingnya kolaborasi yang baik antara seluruh perangkat daerah dan tim penanganan di lapangan. Ia meminta agar setiap kendala yang muncul dalam proses distribusi bantuan segera dilaporkan. Dengan cara ini, pemerintah daerah dapat melakukan penyesuaian sumber daya dan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mempercepat penanganan yang diperlukan.
“Kami harus siap dan cepat bertindak jika ada kekurangan personel atau masalah lain yang menghambat proses distribusi,” tambahnya. Pendekatan ini mencerminkan sikap tanggap dan bertanggung jawab dari kepemimpinan Bupati dalam menghadapi krisis ini.
Perhatian terhadap Fasilitas Umum
Selain fokus pada kebutuhan mendesak masyarakat, Bupati Michael Thungari juga memberikan perhatian khusus terhadap kerusakan fasilitas umum yang memerlukan rehabilitasi lebih lanjut. Setelah meninjau langsung wilayah terdampak, seperti Kawio dan Matutuang, ia mengidentifikasi berbagai masalah yang perlu segera ditangani.
“Saat ini, pemerintah daerah masih terbatas dalam penanganan darurat, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pembangunan infrastruktur yang bersifat permanen,” jelasnya. Hal ini menunjukkan kesadaran Bupati akan keterbatasan yang ada dan perlunya langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah yang ada.
Pentingnya Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan
Dalam paparannya, Bupati Thungari menyebutkan bahwa meskipun perbaikan sementara dapat dilakukan untuk rumah warga, fasilitas pendidikan seperti sekolah, rumah dinas guru, puskesmas, dan rumah ibadah memerlukan perhatian yang lebih serius. Ia menyoroti kondisi salah satu sekolah di Kampung Kawio yang mengalami kerusakan, yang berpotensi mengganggu proses belajar mengajar di tahun ajaran baru.
“Jika rehabilitasi tidak segera dilakukan, bisa jadi proses belajar mengajar harus dilakukan di luar ruangan,” kata Bupati. Ini adalah masalah serius yang perlu ditangani dengan cepat agar pendidikan anak-anak tidak terganggu.
Dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat
Dalam upayanya untuk mempercepat perbaikan fasilitas umum, Pemkab Sangihe berharap akan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta pemerintah pusat. Hal ini sangat penting, terutama untuk memperbaiki fasilitas pelayanan publik yang ada di wilayah kepulauan maupun daratan.
- Perbaikan fasilitas pendidikan
- Rehabilitasi puskesmas
- Pemulihan infrastruktur rumah ibadah
Bupati Thungari juga mengungkapkan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Utara dan telah meminta agar proposal bantuan segera diajukan. “Kami akan berusaha mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi dan mengusulkan bantuan dari pemerintah pusat agar rehabilitasi rumah ibadah dapat dilaksanakan segera,” imbuhnya.
Penyusunan Rencana Aksi Terukur
Di akhir rapat, Bupati Michael Thungari meminta kepada seluruh jajaran terkait untuk menyusun langkah-langkah penanganan yang terukur dan terkoordinasi untuk satu minggu ke depan. Ini termasuk memetakan bantuan yang masuk dari pemerintah provinsi maupun pusat, serta memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan tepat dan efisien.
“Kita perlu memiliki rencana yang jelas dan terstruktur agar setiap bantuan yang diterima dapat dikelola dengan baik dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. Dengan pendekatan dan komitmen yang kuat, Bupati Michael Thungari menunjukkan kepemimpinannya dalam merespons bencana dan memastikan bahwa masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat segera pulih dari dampak bencana yang melanda.



