Kader NasDem Jateng Menyampaikan Protes Terhadap Cover Tempo Mengenai Surya Paloh

Kader Partai NasDem di Jawa Tengah baru-baru ini menyuarakan protes keras terhadap tampilan cover Majalah Tempo edisi 12 April 2026, yang mereka anggap merendahkan sosok Ketua Umum partai, Surya Paloh. Tindakan ini mencerminkan ketidakpuasan yang semakin meningkat di kalangan kader mengenai cara media massa menyajikan berita tentang tokoh politik.
Reaksi Kader NasDem terhadap Cover Tempo
Kecaman tersebut diungkapkan oleh Sakijan, seorang anggota DPRD Blora yang juga menjabat sebagai kader DPD Partai NasDem. Ia berpendapat bahwa desain yang ditampilkan pada cover tidak mencerminkan prinsip kebebasan pers yang seharusnya berlandaskan etika jurnalistik yang baik.
Kebebasan Pers dalam Konteks Demokrasi
Sakijan menekankan bahwa meskipun kebebasan pers merupakan salah satu pilar vital dalam kehidupan demokrasi, pelaksanaannya harus dilakukan dengan cara yang profesional, berimbang, dan tidak menyesatkan publik. Menurutnya, tanggung jawab media dalam menyajikan informasi sangatlah penting agar masyarakat tidak dibingungkan oleh berita yang tidak objektif.
Kritik terhadap Ilustrasi Cover
“Ilustrasi pada cover Majalah Tempo tersebut tidak proporsional dan dapat menyebabkan persepsi yang keliru tentang Pak Surya Paloh,” jelasnya saat konferensi pers pada 16 April 2026. Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan mendalam dari kader NasDem terhadap cara media menggambarkan tokoh politik.
Penilaian Dewan Pimpinan Wilayah
Lebih jauh, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Tengah menyatakan bahwa baik isi visual maupun narasi yang disajikan dalam majalah tersebut terkesan tidak berimbang dan merendahkan martabat tokoh nasional. Mereka menilai bahwa media seharusnya memberikan gambaran yang lebih adil dan proporsional terhadap setiap tokoh yang diberitakan.
Pernyataan Tegas dari Sakijan
Sakijan dengan tegas menyatakan bahwa ilustrasi yang ditampilkan tidak bisa lagi dianggap sebagai kritik konstruktif, tetapi sudah masuk ke ranah penghinaan dan pembunuhan karakter. Hal ini menunjukkan bahwa media harus lebih hati-hati dalam menyajikan gambar dan narasi yang berhubungan dengan tokoh publik.
Pengaruh Negatif dari Media
“Ini bukan bentuk kritik yang sehat; sebaliknya, ini lebih bersifat provokatif dan tidak mendidik. Kami sebagai kader merasa sangat tersinggung,” ungkapnya. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran kader NasDem akan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh pemberitaan yang tidak bertanggung jawab.
Langkah Tindakan Selanjutnya
Menanggapi situasi ini, DPW Partai NasDem Jawa Tengah berencana untuk melaporkan Majalah Tempo kepada Dewan Pers terkait dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik. Tindakan ini menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga integritas dan martabat partai serta anggotanya.
Pentingnya Menyikapi dengan Bijak
Meskipun menghadapi provokasi, Sakijan mengimbau seluruh kader dan pendukung Partai NasDem agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh emosi. Ia menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi melalui jalur yang santun dan sesuai dengan kaidah konstitusi.
Ajakan untuk Masyarakat
Sakijan juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu akurat dan selalu mengedepankan sikap kritis dalam menanggapi pemberitaan. Hal ini penting agar masyarakat dapat memilah mana informasi yang benar dan mana yang tidak, demi kebaikan bersama.
Pesan Terakhir untuk Masyarakat
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap bijak dan tidak cepat terprovokasi oleh berita-berita yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. Pesan ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketidakpuasan terhadap media, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan rasional dalam menanggapi setiap informasi yang beredar.

